Monday, 13 July 2015

Peran Media Belajar Pada Pembelajaran Scientific atau Ilmiah

Pembelajaran scientific atau ilmiah kini semakin menarik diperbincangkan. Tidak hanya kalangan guru sebagai pihak pelaksana, tapi banyak pihak seperti siswa atau peserta didik, orangtua, masyarakat juga perlu memahami model pendekatan pembelajaran scientific. Pendekatan pembelajaran scientific atau ilmiah bila dipahami dengan baik sebenarnya sangat menarik untuk diterapkan. Tapi bila tidak paham, maka dirasa sangat sulit. Terutama bagi guru-guru yang tidak terbiasa dengan istilah asing. Nah, pada kali ini, fokus yang ingin saya bahas adalah peran media belajar pada pembelajaran scientific atau ilmiah. Harapannya, pembaca atau guru bisa memahami dan melaksanakan pembelajaran scientific dengan bantuan media pembelajaran.

Ada lima tahapan dalam pendekatan pembelajaran scientific atau ilmiah yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring. Kelima hal diatas memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Jadi kelimanya memiliki peran yang vital dalam menentukan suksesnya pembelajaran dengan pendekatan scientific.

Guru yang kreatif tentu memiliki cara-cara yang menarik untuk mengajak siswa mengamati hal-hal yang terkait dengan materi pembelajaran. Guru dapat menyajikan media belajar untuk diamati oleh siswa. Media belajar yang dibawa guru sebaiknya yang menarik perhatian siswa. Media pembelajaran kreatif yang dirancang dengan baik. Guru dapat memilih jenis media pembelajaran yang tepat dan tentu saja yang tersedia di lingkungan belajar. Pilihlah jenis media pembelajaran yang cara penggunaannya telah dikuasai guru agar pada pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar. 

Pada tahap dua, guru mengondisikan agar siswa aktif dalam pembelajaran yaitu dengan cara menanyakan hal-hal yang terkait dengan media pembelajaran yang dibawa guru, menanyakan materi yang sesuai materi, atau kasus-kasus sehari-hari yang berhubungan dengan media atau materi guru. Guru membimbing kelas agar siswa mau bertanya. Pada akhirnya, akan tumbuh kebiasaan bertanya pada diri siswa.

Tahap ketiga adalah mengumpulkan data. Guru bertugas mengarahkan siswa untuk mengumpulan berbagai informasi yang terkait dengan pengembangan pengetahuan, sikap dan ketrampilan terkait dengan materi yang sedang dipelajari. Ada berbagai sumber data yang dapat digunakan siswa, muali dari kehidupan nyata, buku, sampai dengan internet.

Pada tahao empat, siswa mengasosiasikan data-data yang terkumpul. Menghubungkan antara satu data dengan yang lainnya. Menganalisis data-data yang terkumpul kemudian membuat suatu kesimpulan.

Tahap terakhir adalah, siswa mengomunikasikan pemahaman yang didapat dari proses mengamati, menanyakan, mengumpulkan data, dan mengasosiasikan data. Siswa dapat mengomunikasikan pemahaman materi secara lisan atau tertulis, dalam bentuk gambar, bagan, atau media lainnya. Siswa yang menggunakan media belajar yang dibuat sendiri tentu memiliki pemahamna dan ketrampilan yang baik saat menyampaikan atau mengkomunikasikan hal-hal yang telah dipahami.

Demikian pembahasan pembelajaran scientific atau ilmiah yang menggunakan media belajar kreatif untuk membantu siswa mengamati hal-hal yang sesuai dengan materi.

Peran Media Belajar Pada Pembelajaran Scientific atau Ilmiah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sugianto Vijjayasena