Monday, 27 July 2015

Memanfaatkan Film Ashoka Sebagai Media Pembelajaran Kreatif

Tahun 2015 masyarakat Indonesia disajikan film dari India yang sangat bagus, yaitu Ashoka. Film yang berjudul asli Chakravatin Ashoka Samrat dibintangi oleh Siddharth Nigam sebagai artis yang memainkan tokoh Ashoka. Chakravatin berarti raja dunia, yaitu raja yang menguasai wilayah yang sangat luas. Film ini menceritakan kehidupan Raja Asoka, raja besar dari dinasti Maurya yang berkuasa di India Kuno pada abad 3 SM.

Film yang diputar di stasiun ANTV setiap malam menjadi hiburan keluarga yang kaya akan nilai-nilai pendidikan karakter bagi anak. Guru yang kreatif dapat memanfaatkan film ini menjadi media pembelajaran kreatif. 

Hal pertama yang dilakukan guru adalah membuat sinopsis film ashoka dengan ringkas dan jelas. Usahakan sinopsis tersebut bisa dibaca dan dipahami oleh siswa. Siswa diajak menonton film ini kemudian setelah selesai diadakan diskusi untuk mengindentifikasi karakter-karakter tokoh yang ada di film tersebut. Guru dapat menanyakan kepada siswa karakter apakah yang akan dicontoh dari film tersebut dan apa alasan siswa memilih karakter tersebut. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak.

Sinopsis Film Ashoka "Chakravatin Ashoka Samrat" Secara Singkat

Film Ashoka ini terfokus pada perjalanan hidup Ashoka yang mendapat bimbingan dari Chanakya. Chanakya adalah orang yang mengetahui rahasia orangtua Ashoka. Sesungguhnya Ashoka adalah anak dari Raja Bindusara, Raja yang sedang berkuasa di wilayah Magadha. Ashoka juga merupakan cucu dari raja besar dinasti Maurya yaitu Candragupta Maurya yang kekuasaanya terbentang luas dan berhasil menaklukan pasukan Yunani. 

Para pemain di film Ashoka memiliki kualitas yang sangat baik. Terutama Siddharth Nigam yang memainkan Ashoka dapat menjiwa peran yang diberikan, sehingga tidak heran karakter Ashoka menjadi idola masyarakat Indonesia.


Banyak dari sifat Ashoka yang dapat tiru, seperti suka menolong orang lain dengan tulus, berani membela kebenaran, berbakti pada orangtua, mengutamakan kepentingan tanah air, setia kawan, hormat pada guru, mau berkerja sama, jujur, ramah, religius, disiplin, dan tidak mudah patah semangat.

Di pihak lain, film ini mengisahkan upaya untuk menggantikan raja yang sedang berkuasa yaitu Raja Bindusara. Ratu Helena yang berasal dari Yunani berharap putra tunggalnya yaitu Pangeran Justin menggantikan posisi Raja Bindusara, meskipun upaya ini gagal. 

Lain halnya usaha para permaisuri raja yaitu Charumitra dan Noor Khorasan mereka sangat berambisi untuk menjadikan anak-anaknya sebagai penerus raja Bindusara yang berkuasa di wilayah Magadha. Berbagai cara dilakukan para permaisuri untuk menjadikan anak-anaknya dipilih Raja Bindusara sebagai penerus tahta.




Berdasarkan sejarah perkembangan agama Buddha, Raja Ashoka merupakan raja beragama Buddha yang memiliki peran besar. Beliau menjadi sponsor terselenggaranya konsili agung yang ketiga. Salah satu hasil dari konsili ini adalah menyebarkan Dharmaduta ke berbagai penjuru dunia. Bhikkhu Mahinda dana Sanghamitta yang merupakan anak raja Ashoka dipercaya menyebarkan agama Buddha ke Ceylon atau Srilanka. Bhikkhu Uttara diutus menyebarkan agama Buddha ke wilayah yang kini menjadi Myanmar. Kini kedua negara tersebut menjadi basis umat Buddha di dunia.

Itulah sekilas film dan sejarah Ashoka yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan karakter-karakter positif bagi anak.


Memanfaatkan Film Ashoka Sebagai Media Pembelajaran Kreatif Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sugianto Vijjayasena

2 comments: