Monday, 4 May 2015

Media Pembelajaran Kreatif Boneka Marta

Boneka Marta hadir sebagai media pembelajaran kreatif yang mampu membuat cerita yang Anda sampaikan menjadi hidup. Cocok untuk media belajar anak usia dini (AUD) dan SD. Boneka dengan karakter cerdas, lucu, dan menggemaskan membuat Anda semakin asyik bercerita. Hati-hati dengan cerita-cerita yang anda sampaikan. Kalau ada hal-hal yang tidak jelas, Marta pasti akan bertanya. Marta akan menanyakan hal-hal yang tidak terduga sebelumnya. Pertanyaan yang memancing anda untuk menjelaskan hal-hal yang memang harus dijelaskan pada anak-anak. Wah, cara bertanya yang sangat bagus, karena jawaban dari pertanyaan itu merupakan materi pokok untuk dijelaskan pada anak. Di sisi lain, anak-anak yang ikut Marta mendengarkan cerita menjadi antusias. Berani bertanya pada guru atau Marta. Pembelajaran dengan Marta menjadi aktif. Komunikasi menjadi multi arah. Tentu saja, suasana pembelajaran menjadi sangat menyenangkan.


Boneka Marta karya Martadiyanto
Boneka Marta dipiluh sebagai media pembelajaran kreatif karena media ini menarik perhatian anak dalam belajar terutama saat mendengarkan cerita. Anak mudah diarahkan ke materi cerita dengan bantuan boneka Marta. Pembuatan media kreatif ini sangat mudah, Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah kain fanel, jarum, benang, gunting, kertas, asesoris mata, lem dan dakron. Langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut. Buatlah pola gambar boneka pada kertas terlebih dahulu. Setelah pola dirasa sudah tepat, gunting kertas sesuai pola gambar boneka. Langkah selanjutnya adalah tempelkan kertas yang bergambar boneka pada dua lembar kain fanel, lalu kain fanel digunting dengan cara mengikuti pola boneka. Kain fanel kemudian dijahit. Agar boneka Marta menjadi menarik, bisa dipasangkan assesoris sesuai selera seperti gambar di atas.

Cara menggunakan media pembelajaran kreatiif ini sangat mudah. Masukan tangan ke Boneka Marta lalu mainkan sesuai dengan karakter Boneka Marta. 

Media Pembelajaran Kreatif Boneka Marta Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sugianto Vijjayasena