Thursday, 26 February 2015

Kiat Jitu Pembelajaran Dengan Media Belajar Kreatif

Guru pada umumnya ingin punya kiat jitu dalam membuat suatu media pembelajaran agar bisa dibagikan kepada orang lain. Pembelajaran yang terbaik di dapat dari kehidupan. Seni menjalani kehidupan membuat hidup manusia menjadi berarti. Kreativitas yang muncul dalam diri manusia dalam berbagai bentuk dan aktivitas. Belajar dari pengalaman hidup yang dijadikan guru terbaik adalah contoh nyata pembelajaran sejati. Pembelajaran dalam model ini berlangsung seumur hidup, dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Proses belajar yang dimulai sejak manusia dilahirkan hingga sampai akhir hayat, terlibat dengan berbagai aktifitas demi maskud dan tujuan tertentu. Mulai dari adaptasi, sosialisasi, sampai dengan meraih prestasi. Lingkungan menjadi tempat belajar dengan memanfaatkan segala properti atau pelengkapan hidup sebagai media pembelajaran yang nyata.

Kiat Jitu Pembelajaran Dengan Media Belajar Kreatif

Secara khusus, pembelajaran merupakan proses belajar yang melibatkan interaksi antara guru dengan peserta didik atau siswa. Interaksi yang dilakukan guru dan siswa dalam pembelajaran mengarah pada pencapaian tujuan belajar. Tujuan pembelajaran mengarah pada tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam prosesnya, media pembelajaran sangat dibutuhkan guru dan siswa untuk membantu proses pencapaian tujuan belajar. Guru yang kreatif akan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar untuk dijadikan media yang kreatif, ramah, aman, menarik, dan efektif serta efisien.

Pengertian Pembelajaran Menurut Ahli

Ada beragam pengertian pembelajaran yang disampaikan menurut para ahli pembelajaran atau pendidikan. pembelajaran asal katanya adalah belajar yang artinya adalah segala sesuatu yang dilakukan manusia untuk mengetahui atau melakukan sesuatu. Perubahan menjadi bagian dari belajar, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil, dan dari tidak baik menjadi baik. Perubahan yang terjadi karena belajar relatif permanen yang didapat dari pengalaman atau latihan. Prestasi belajar adalah kemampuan seseorang dalam mencapai perubahan sesuai dengan yang direncanakan.  Oleh karena itu, pembelajaran adalah proses yang dialami seseorang dalam bentuk latihan maupun aktivitas belajar yang memberi pengalaman berguna untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik yang relatif permanen.

Indonesia memiliki banyak ahli yang memiliki cara berbeda dalam mengartikan pembelajaran:
Menurut Sudjana mengartikan pembelajaran sebagai perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh pengalaman

Menurut Warsita mengartikan pembelajaran sebagai suatu usaha untuk membuat peserta didik atau siswa belajar atau kondisi yang secara langsung membuat siswa menjadi belajar mandiri atau dengan bimbingan.

Menurut Dimyati dan Mudjiono mengartikan pembelajaran sebagai kegiatan yang dilakukan guru secara terencana atau terprogram dalam suatu disain belajar untuk membuat siswa aktif, sumber belajar menjadi komponen pembelajaran yang sangat dibutuhkan

Menurut Trianto, mengartikan pembelajaran sebagai kegiatan manusia yang didalamnya terdapat aspek yang komplek yang sulit dijelaskan karena didalamnya terdapat usaha untuk membelajarkan siswa dalam mencapai tujuan belajar.. Namun dalam pengertian yang ringkas, pembelajaran disebut sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup.

Menurut Rahil Mahyuddin mengartikan pembelajaran sebagai perubahan tingkah laku yang meliputi aspek kognitif dalam menguasai ilmu dan perkembangan kemahiran intelektual.

Sebenarnya masih banyak pengertian pembelajaran yang disamapaikan menurut para ahli. Namun lima pengertian di atas sudah dianggap mewakili arti keseluruhan dari pembelajaran.

Pembelajaran adalah proses yang komplek yang melibatkan banyak komponen antara lain guru, siswa, sumber belajar, media pembelajaran, sarana dan prasarana pembelajaran. Media pembelajaran dibutuhkan untuk membuat pembelajaran menjadi variatif, tidak monoton. Guru dapat membuat pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan bagi peserta didik atau siswa. Oleh karena itu, sebelum memilih contoh media pembelajaran yang tepat, alangkah baiknya memahami pengertian media pembelajaran menurut para ahli.

Pengertian Media Pembelajaran Menurut Ahli

Pembelajaran tanpa media serasa sayur tanpa garam. Aktivitas menjadi hambar dan rentan menimbulkan kejenuhan dalam belajar. Akibatnya tujuan pembelajaran gagal tercapai. Guru dan siswa tidak dapat menikmati proses belajar yang seharusnya dapat terlaksana dengan menyenangkan.

Di bawah ini ada beberapa pengertian media pembelajaran yang disampaikah ahli media pembelajaran yang berasal dari Indonesia.

Menurut Arif S. Sadirman (1984) mengartikan media pembelajaran sebagai segala alat yang berbentuk atau fisik yang dapat menyampaikan pesan serta membuat siswra tertarik untuk menanggapi pesan yang disampaikan sehingga siswa terlibat dalam pembelajaran yang aktif

Menurut Miarso (2004) mengartikan media pembelajaran sebagai segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan yang menarik sehingga dapat merangsang siswa untuk berpikir, merasakan, memperhatikan, dan menimbulkan kemauan untuk terlibat aktif dalam pembelajaran.

Berdasarkan arti di atas, media pembelajaran tidak harus berbentuk fisik yang penting menarik sehingga siswa atau peserta didik aktif belajar.

Contoh Jenis-Jenis Media Pembelajaran Menurut Para Ahli

Menurut Herry (2007) menyebutkan jenis-jenis media dalam kategori media visual, media audio, dan media audi visual.

Contoh media visual adalah gambar, peta, lukisan, benda-benda lain yang hanya bisa dilihat tanpa memiliki suara. Media visual bisa dalam bentuk dua dimensi atau tiga dimensi. Media visual ada yang bisa diproyeksikan ada juga yang tidak bisa diproyeksikan.

Contoh Media audio adalah benda-benda dapat menghasilkan suara yang menarik perhatian siswa, contohnya CD, kaset, MP3. Media ini menghasilkan suara yang merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa atau peserta didik untuk aktif belajar.

Contoh Media audio visual adalah VCD  atau Film yaitu media yang dapat dilihat gambar dan suaranya. Media audio visual jelas lebih menarik untuk dijadikan sebagai pengirim pesan kepada peserta didik. Tampilan film yang diiringi dengan suara akan memudahkan siswa atau peserta didik memperhatikan dan mau terlibat aktif dalam pembelajaran.

Contoh jenis-jenis media yang disampaikan oleh Bretz (2003) lebih lengkap antara lain media audio, media cetak, media visual gerak, media visual gerak, media audio semi gerak, media semi gerak, media audio visual diam, media audio visual gerak.

Pembelajaran Kreatif dengan Multi Media

Guru yang kreatif akan memanfaatkan lingkungan belajar dengan maskimal untuk menciptakan pembelajaran yang optimal. Ada banyak media yang berada di sekitar guru. Kepekaan guru dalam memilih model pembelajaran akan menentukan jenis media belajar yang digunakan.

Contoh guru yang tinggal di pedesaan. Media belajar yang dapat dipakai adalah yang tersedia di lingkungan. Kalau bisa yang tidak perlu beli. Kreativitas guru jadi kuncinya. Guru yang kreatif dapat memilih berbagai media belajar yang ada di lingkungan pedesaan dengan mudah dan praktik. Misalnya adalah media belajar yang terbuat dari kayu bekas yang kemudian dibentuk seperti ikan. Sirip-sirip ikan kemudian dijadikan tempat untuk meletakan huruf-huruf. Jadi siswa bisa belajar dengan menyenangakan.

Contoh bagi guru yang tinggal di kota, media belajar dapat berasal dari barang bekas atau disebut produk media belajar recycle. Misalnya guru memanfaatkan kardus, botol, plastik, sterefoam untuk membuat media belajar yang menarik. Contohnya adalah pot bunga yang terbuat dari tutup botol. Media ini mengajarkan siswa untuk mau peduli dengan alam, cinta lingkungan, dan belajar kreatif.




Selamat menjadi guru yang kreatif. Contoh media Kreatif dapat dilihat disini


Referensi: 
Abdul Karim Ahmad dalam buku "Media Pembelajaran"
Rusman dalam buku "Belajar dan Pembelajaran berbasis Komputer"
Hamzah B. Uno dan NIna Lamatenggo dalam buku"Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran.

Kiat Jitu Pembelajaran Dengan Media Belajar Kreatif Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sugianto Vijjayasena