Sunday, 26 February 2017

Contoh Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kontekstual

Sejak lama Pendidikan Agama Buddha (PAB) menjadi mata pelajaran yang diberikan di sekolah formal di Indonesia. Meskipun telah terjadi berbagai pergantian kurikulum, mata pelajaran PAB tetap dipertahankan. Termasuk di kurikulum yang terbaru yaitu kurikulum 2013 atau K13, bahkan mendapat porsi tambahan waktu yang lebih banyak. Ini menandakan pemerintah peduli dengan pendidikan agama bagi siswa di Indonesia.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan agama Buddha di Indonesia, diantaranya adalah kurikulum, guru, sekolah, sarana dan prasarana sekolah, sumber belajar, media belajar, dan siswa atau peserta didik. Faktor-faktor itu saling mempengaruhi, sehingga untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Buddha perlu usaha yang sungguh-sungguh dari berbagai pihak.

Pada kesempatan ini, saya berusaha menyampaikan pemikiran untuk peningkatan mutu pendidikan agama Buddha melalui pemanfaatan media pembelajaran yang baik. Tentu saja, pemikiran saya belum sepenuhnya lengkap. Masih banyak hal-hal yang tidak terulas karena berbagai faktor. Oleh karena itu, pada para pembaca bisa ambil bagian memberikan saran dan masukan lewat komentar yang ada di bawah ini.  Sebelum membahas media pembelajaran pendidikan agama Buddha (PAB), perlu kiranya saya mengingatkan kembali peran dan tugas guru Pendidikan Agama Buddha.



Peran dan Tugas Guru Pendidikan Agama Buddha (PAB)

Tugas guru Pendidikan Agama Buddha dalam mengelola kelas pada aktivitas  pembelajaran. Selama pembelajaran, menurut Ahmad Sabri guru memiliki tugas meliputi mendidik, mengajar dan melatih (2005:69). Mendidik siswa berarti menanamkan nilai-nilai agar siswa memiliki sikap yang baik. Mengajar siswa berarti menyampaikan pengetahuan-pengetahuan yang akan membuat wawasan siswa bertambah. Sedangkan dalam melatih siswa guru akan membantu peserta didik agar mereka mampu memaksimalkan fungsi dari anggota tubuh dengan maksimal.


Tugas guru selama proses pembelajaran sangat komplek. Kondisi kelas yang dinamis menuntut guru memainkan peran yang beragam. Mulyasa (2009) menyatakan ada 19 peran yang dapat dilakukan oleh seorang guru, antara lain: pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasehat, pembaharu (innovator), pribadi, peneliti, pendorong kreativitas, pembangkit pandangan, pekerja rutin, pemindah kemah, pembawa cerita, aktor, evaluator, pengamat dan kulminator (Mulyasa E. : 2009:36)

Mencari Contoh Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha (PAB)

Peran dan tugas guru dalam bidang pembelajaran PAB sangat banyak. Salahs satunya adalah mencari format media pembelajaran yang tepat atau sesuai materi agar pembelajaran berlangsung dengan baik. Media pembelajaran yang baik juga perlu mempertmbangkan usia dan perkembangan siswa. Contoh media pembelajaran di sekolah dasar yang siswanya masih dalam kategori anak-anak, alangkah baiknya media harus menarik dan penuh dengan unsur kreativitas. Guru bisa memanfaatkan barang-barang bekas yang tidak perlu dibeli untuk dijadikan media pembelajaran kreatif, seperti dari tutup botol, cangkang telur, kulit kerang, kardus, kertas, botol plastik, dan lain-lain. Guru juga dapat memanfaatkan internet untuk mencari contoh media pembelajaran PAB untuk SD misalnya kehidupan Buddha Gotama.

Lain halnya bila media pembelajaran PAB digunakan untuk siswa SMP. Guru PAB yang profesional memiliki kompetensi untuk mengelola pembelajaran yang tepat dengan memanfaatkan media pembelajaran. Guru bisa mengajak siswa membuat media pembelajaran yang menarik, memberi tugas kelompok untuk menciptakan media pembelajaran PAB yang sesuia dengan keinginan anak. Jadi, media pembelajaran tidak sepenuhnya dibuat oleh guru. Contohnya materi Dharmayatra, guru dapat memberikan kebebasan pada siswa membuat meda pembelajarannya. Sehingga mungkin ada siswa yang karena suka membuka internet, maka media pembelajaran PAB untuk SMP berupa video yang diunduh dari youtube. Seperti pada link ini. Contoh Media Pembelajaran PAB untuk SMP. Atau siswa menempelkan gambar-gambar lokasi tujuan Dharmayatra pada papan atau kertas yang ada. Itu adalah bentuk kreativitas siswa.

Bagi guru PAB yang mengajar di sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK), sebaiknya guru menggunakan media pembelajaran sesuai materi dan relevan dengan kehidupan di masyarakat. Siswa diajak berpikir kritis, mencari solusi permasalah-permasalahan dengan berdasarkan pada aj.aran Buddha. Misalnya guru sedang membahas tentang Kamma, contoh media pembelajaran PAB untuk SMA yang ditampilkan adalah seperti ini. Video Banjir di Jakarta. Dari media tersebut, siswa diajak berdiskusi untuk menjelaskan sebab dan akibat dari bencana banjir tersebut.

Intinya guru dapat mencari contoh media pembelajaran PAB yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak.



Contoh Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kontekstual Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sugianto Vijjayasena

0 comments:

Post a Comment